MENGAPA SAYA SULIT MENULIS?
Apa sulitnya menulis? Pertanyaan itu bisa saja terucap dari mulut seseorang yang pandai menulis yang tertuju pada orang-orang yang menganggap bahwa menulis itu sulit. Bagi saya menulis adalah bagaimana saya menuangkan hal-hal yang ada dalam pikiran saya dalam bentuk tulisan. Tapi pada faktanya kesulitan tidak hanya dirasakan oleh orang-orang yang jarang menulis tapi juga bagi orang-orang yang sering menulispun mungkin.
Saya memang belum bisa dikatakan sebagai seorang penulis apalagi penulis handal karena belum ada satupun tulisan saya yang dipublikasikan, tapi saya sedang berusaha untuk itu. Saya melakukan latihan-latihan menulis sejak dulu sampai saat ini, saya lakukan itu untuk mengetahui perkembangan cara menulis saya, yang juga membakar semangat saya untuk menjadi penulis yang baik. Banyak kesulitan yang saya temukan ketika saya sedang menulis, seperti sulitnya menentukan topik, judul, sampai sulitnya melanjutkan kalimat sebelumnya.
Setelah saya memasuki dunia perkuliahan dan belajar lebih banyak lagi tentang menulis, ternyata pandangan saya tentang menulis itu masih belum tepat. Menulis ternyata tidak sekedar bagaimana kita menuangkan hal-hal yang ada dalam pikiran kita ke dalam bentuk tulisan, tapi juga bagaimana kita membuat pembaca yang membaca tulisan kita mengerti maksud yang terkandung dalam tulisan kita tanpa harus kita sampaikan secara ulang kepada mereka.
Salah satu mata kuliah saya adalah menulis. Saya sering diberi tugas untuk membuat tulisan dalam bentuk karangan dengan tema yang sudah ditentukan. Setelah saya mengerjakan dan mengumpulkan hasil tulisannya, dosenpun memeriksanya. Setelah tulisan dikembalikan, saya menemukan beberapa coretan yang menandakan bahwa masih ada kesalahan-kesalahan yang saya lakukan, baik pada penempatan tanda baca, pengejaan kata, dan yang paling banyak adalah penggunaan kata berimbuhan. Jika dipikir-pikir, pelajaran bahasa Indonesia sejak sekolah dasar dulu telah mengajarkan tentang hal-hal tersebut, bahkan saat sekolah menengahpun materi ini diajarkan kembali dan lebih diperdalam, tapi pada kenyataannya teori saja tidak dapat memberikan jaminan bahwa kita dapat mempraktekkannya secara tepat.
Jadi pada intinya, teori-teori yang saya dapatkan ketika saya masih sekolah tidak akan berarti banyak apabila saya tidak berlatih. Latihan adalah hal utama yang akan menentukan bagaimana perbaikan kita dalam menulis. Jadi, lebih sering kita melakukan latihan dalam menulis lebih bagus kualitas tulisan yang kita hasilkan, dan sebaliknya, lebih jarang kita berlatih menulis, semakin tidak berkembang dan tidak berkualitas tulisan yang kita hasilkan.