Jumat, 25 November 2011

Unknown

Let I live in this world of mine, only mine…

Even if it it’d sound beyond selfish,

But in this one world only, I can live my life, the life that I want

I can pick my head up while I’m walking in the street,

I can smile in every second I want and every place I stand

I can be the way I am without even think of people’s thoughts,

Yes, I am maybe selfish or I am very pity,

But is that not too much just for I can feel love and be loved?

Let’s just it is answered by unthinking live…

Unbroken Dust

Apa yang kau lakukan debu?

Kau telah kupaksa pergi, halus ataupun keras, dan kaupun pergi..

Tapi apa yang kau lakukan disini?

Melekat dan tumbuh terus jika ku tak bergerak,

Kenpa hanya kau yang tak bisa ku singkirkan?

Kenapa hanya kau yang tak bisa ku cegah tuk kembali?

Aku bisa mencegah angin dan air,

Mereka tak akan ada bila ku tak mau, tapi kau?

Apa yang kau ingin dariku?

Kau sudah ambil detakku,

Kau sudah ambil akalku,

Bahkan kaupun telah ambil air di mataku,

Apalagi yang kau mau?

Kau tau aku tak kan mudah menyerah darimu,

Sesering apapun kau datang,

Sesering itu pula ku kan singkirkanmu,

Tapi kau memang debu,

Karena ku tak kuasa mencegahmu…

Fair or not fair

Saat bertanya apa adil itu ada,
Semua pasti menjawab,
“ada, adil itu ada pada saatnya nanti,”
Kapan?
Saat dikatakan bahwa adil itu bukan sama rata sama rasa,
Tapi adil itu adalah dapat apa yang kita butuhkan,
Lalu bagaimana adil dalam cinta?
Disaat satu orang mencintai, apakah dia juga pati akan dicintai?
Adilkah itu namanya?
Semua bilang bahwa semua orang pernah mencintai,
Tapi apakah semua orang pernah dicintai?
Disaat yang satu teluh beribu kali beda mencintai dan dicintai,
Orang yang lain belum sekalipun mencintai apalagi dicintai,
Tapi telah disuratkan bahwa setiap manusia telah miliki jodohnya,
Jodoh hidupnya, jodoh matinya,
Memang haruskah ku menunggu adil itu datang?